Lelah dikalahkan oleh amanah
Malas tersingkir oleh banyaknya tugas
Nafsu terhapus oleh ayat-ayatMu
Keluh digantikan semangat penuh
''Apalah arti hidup kalo diri terus kuncup'' Kalo ada kendala, masalah, ya benahi, evaluasi lalu cari solusi. Bukannya curhat sana sini. Ngeluh kemana-mana. Sayang waktu nya buat hal yang sia-sia. Ingatlah, berlalunya 1 detik saja berarti berkuranglah usia kita. Yak, sebaiknya kita itu makin kesana makin sadar umur, jadinya makin banyak istighfar dan menjadi pribadi yang lebih baik. Terkhusus untuk diriku sendiri. Jujur aja, aku masih banyak ngeluh, buang-buang waktu, penuh khilaf, kurang bersyukur. Tapi di suatu waktu aku teringat, rasanya sakit aja gitu, mau berubah yaa Allah. Tapi di lain waktu kesalahanku terulang lagi dan lagi. Awalnya memang kesel gitu sama diri sendiri. Tapi ga baik kayak gitu tu, kita sebaiknya menggunakan afirmasi yang positif ketika ngobrol sama diri.
Afirmasi positif akan dibalas dengan respons yang positif juga. "Udah gapapa, kali ini emang lagi capek-capeknya jadi wajarlah mager," "abis ini semangat lagi yuk biar bisa nonton film sepuasnya.'' (atau apalah yang menghibur sebagai hadiah dari usaha kita)
Dan...pepatah mengatakan, "...jadikanlah dunia itu berada di tanganmu saja, jangan kau jadikan berada di dalam hatimu. Ini yang terpenting.'' -asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin
Jujur aja, masih susah mengaplikasikan pepatah di atas. Kadang kalau lagi asik-asiknya ngerjain tugas, apalagi pengakun yak, suka nangung gitu, eh. Padahal mah apasih, dunia, semu adanya, sering menipu. Astaghfirullah.
“Wahai para manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayai kalian, dan janganlah sekali-kali (syaitan) yang pandai menipu, memperdayakan kalian dari Allah.” (QS. Faathiir: 5)
Aku mungkin lebih sedih karena nilai yang turun daripada ibadah yang menurun, lebih takut telat kuliah daripada telat sholat. Masih suka futur dan kufur. Padahal lagi-lagi yang berkaitan dengan dunia itu semu, tak usah sendu. Akhirat-lah yang nyata, yang seharusnya menjadi tujuan utama.
Yuk semangat! Semoga Allah senantiasa melindungi kita ya..
“Wahai para manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayai kalian, dan janganlah sekali-kali (syaitan) yang pandai menipu, memperdayakan kalian dari Allah.” (QS. Faathiir: 5)
Aku mungkin lebih sedih karena nilai yang turun daripada ibadah yang menurun, lebih takut telat kuliah daripada telat sholat. Masih suka futur dan kufur. Padahal lagi-lagi yang berkaitan dengan dunia itu semu, tak usah sendu. Akhirat-lah yang nyata, yang seharusnya menjadi tujuan utama.
Yuk semangat! Semoga Allah senantiasa melindungi kita ya..
Comments
Post a Comment